PERMANA, TATANG, TATANG PERMANA (2026) MANAJEMEN KOMUNITAS BELAJAR GURU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI DIGITAL GURU SEKOLAH DASAR (Studi Kasus di SDN 1 Darangdan dan SDN 2 Linggasari). S2 thesis, Universitas Islam Nusantara.
|
Text (COVER)
File 1 Cover, abstrak., s.d. Daftar Lampiran_41038103244108.docx - Published Version Download (341kB) |
|
|
Text (BAB I)
File 2 BAB I_41038103244108.docx - Published Version Download (26kB) |
|
|
Text (BAB II)
File 3 BAB II_41038103244108.docx - Published Version Download (40kB) |
|
|
Text (BAB III)
File 4 BAB III_41038103244108.docx - Published Version Download (28kB) |
|
|
Text (BAB IV)
File 5 BAB IV_41038103244108.docx - Published Version Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text (BAB V)
File 6 BAB V_41038103244108.docx - Published Version Restricted to Registered users only Download (14kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
File 7 DAFTAR PUSTAKA_41038103244108.docx - Published Version Download (17kB) |
Abstract
Transformasi digital pendidikan menuntut guru sekolah dasar memiliki kompetensi digital yang memadai agar mampu melaksanakan pembelajaran yang adaptif dan bermakna. Salah satu strategi pengembangan profesional guru yang relevan adalah melalui komunitas belajar guru yang dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen komunitas belajar guru dalam meningkatkan kompetensi digital guru sekolah dasar di SDN 1 Darangdan dan SDN 2 Linggasari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen komunitas belajar guru telah dilaksanakan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan sebagaimana dikemukakan oleh G.R. Terry, namun belum sepenuhnya optimal. Perencanaan program komunitas belajar telah disusun berdasarkan kebutuhan kompetensi digital guru, namun masih didominasi oleh individu tertentu. Pengorganisasian telah membentuk struktur dan pembagian tugas, tetapi partisipasi guru belum merata. Pelaksanaan kegiatan komunitas belajar berjalan cukup efektif melalui berbagi praktik baik dan pendampingan sebaya, meskipun masih terkendala keterbatasan waktu dan sarana TIK. Pengawasan dan evaluasi telah dilakukan, namun belum dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, sarana prasarana, serta variasi motivasi guru, yang diatasi melalui penjadwalan fleksibel, optimalisasi sumber daya yang tersedia, dan penguatan motivasi kolektif. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen komunitas belajar guru yang dikelola secara terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan berkontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi digital guru sekolah dasar. Oleh karena itu, penguatan fungsi manajemen komunitas belajar menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung transformasi digital pendidikan dasar. Kata kunci: manajemen komunitas belajar, kompetensi digital guru, sekolah dasar.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Administrasi Pendidikan (S2) |
| Depositing User: | Muhammad Mirwan M |
| Date Deposited: | 01 Aug 2026 01:30 |
| Last Modified: | 01 Aug 2026 01:30 |
| URI: | http://repository.uninus.ac.id/id/eprint/1118 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
