Search for collections on Repository Universitas Islam Nusantara

MANAJEMEN PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN AKHLAK KARIMAH PESERTA DIDIK (Studi Kasus di SMPN 95 dan SMPN 129 Jakarta Utara)

AMIN, MUHAMAD AMIN (2025) MANAJEMEN PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN AKHLAK KARIMAH PESERTA DIDIK (Studi Kasus di SMPN 95 dan SMPN 129 Jakarta Utara). S3 thesis, Universitas Islam Nusantara.

[img] Text
Abstrak_Disertasi-muhammad amin_41038104221095.pdf

Download (361kB)
[img] Text
BAB I_Disertasi-muhammad amin_41038104221095.pdf

Download (395kB)
[img] Text
BAB II_Disertasi-muhammad amin_41038104221095.pdf

Download (864kB)
[img] Text
BAB III_Disertasi-muhammad amin_41038104221095.pdf

Download (409kB)
[img] Text
BAB IV_Disertasi-muhammad amin_41038104221095.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V_Disertasi-muhammad amin_41038104221095.pdf
Restricted to Registered users only

Download (376kB)
[img] Text
Daftar Pustaka_Disertasi - muhammad amin_41038104221095 .pdf

Download (173kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya akhlak di sekolah, upaya meningkatkan akhlak tersebut salah satunya dengan menerapkan manajemen pembelajaran agama islam di sekolah. Tujuan penelitian ini secara umum untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai manajemen pembelajaran agama islam untuk meningkatkan akhlak karimah peserta didik di SMPN 129 dan SMPN 95 Jakarta Utara. Secara khusus tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis 1) perencanaan, 2) pengorganisasian, 3) pelaksanaan 4) evaluasi 5) hambatan 6) solusi 7) hasil tentang manajemen pembelajaran PAI di SMPN 95 dan SMPN 129 Jakarta. Metode Penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Grand Theory penelitian ini adalah teori manajemen, Middle Range Theory adalah teori Pendidikan Akhlak sedangkan Operational Theory Theory penelitian ini adalah teori pembelajaran PAI. Hasil Penelitian secara khusus menunjukkan bahwa 1) Perencanaan pembelajaran PAI di SMPN 129 dan SMPN 95 Jakarta dirancang sistematis untuk membentuk akhlak karimah siswa, dengan visi sekolah yang menekankan karakter religius melalui silabus, modul ajar, serta kegiatan seperti sholat berjamaah dan pembacaan Al-Qur'an. 2) Pengorganisasian pembelajaran PAI di SMPN 129 dan SMPN 95 Jakarta dilakukan secara kolaboratif, melibatkan guru, manajemen, dan siswa. SMPN 129 menggunakan forum Kombel dan Platform Merdeka Mengajar, sementara SMPN 95 menyesuaikan kelas dengan program "Selasa Mager" dan diskusi MGMP untuk meningkatkan efektivitas pengajaran. 3) Pelaksanaan pembelajaran PAI di SMPN 129 dan SMPN 95 Jakarta menekankan integrasi nilai akhlak melalui kegiatan religius seperti sholat berjamaah dan aktivitas sosial, memastikan siswa menginternalisasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.4) Evaluasi pembelajaran PAI di SMPN 129 dan SMPN 95 Jakarta mencakup observasi kegiatan keagamaan, pemantauan penerapan nilai agama sehari-hari, dan evaluasi RPP, dengan fokus tambahan pada perilaku siswa di luar kelas untuk memastikan peningkatan akhlak karimah. 5) Hambatan pembelajaran PAI di SMPN 129 dan SMPN 95 Jakarta meliputi keterbatasan guru, waktu, dan fasilitas, yang memengaruhi bimbingan personal dan efektivitas pengajaran, serta beragam latar belakang agama dan keterbatasan teknologi. 6) Solusi mengatasi hambatan PAI dengan meningkatkan kerjasama guru, mengintegrasikan nilai PAI, memberikan bimbingan personal, memanfaatkan teknologi, dan bekerja sama dengan orang tua untuk pembinaan akhlak.7) Hasil pembelajaran PAI di SMPN 129 dan SMPN 95 Jakarta menunjukkan pembentukan akhlak karimah melalui kegiatan keagamaan di SMPN 129 dan tanggung jawab sosial di SMPN 95, dengan masing-masing fokus pada disiplin spiritual dan nilai sosial. Hasil penelitian ini secara umum membuktikan bahwa manajemen pembelajaran PAI dapat meningkatkan akhlak karimah siswa Kata Kunci: Manajemen, Pembelajaran, PAI, Akhlak Karimah This research is motivated by the phenomenon of declining student moral character in schools, with one effort to improve it being the implementation of Islamic learning management. The general aim of this study is to describe and analyze the management of PAI learning in enhancing students' noble character (Akhlak Karimah) at SMPN 129 and SMPN 95 in North Jakarta. Specifically, the research aims to describe and analyze 1) planning, 2) organizing, 3) implementation, 4) evaluation, 5) obstacles, 6) solutions, and 7) results of learning management at SMPN 129 and SMPN 95 Jakarta. The research employs a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques include interviews, observations, and document analysis. The Grand Theory used in this research is management theory, the Middle Range Theory is the Moral Education theory, while the Operational Theory is the PAI learning theory. The specific findings of this research show that: 1) The planning of PAI learning at SMPN 129 and SMPN 95 Jakarta is systematically designed to shape students' noble character, guided by the school's vision emphasizing religious character through syllabi, teaching modules, and activities such as communal prayers and Qur'an recitation. 2) The organization of PAI learning at SMPN 129 and SMPN 95 Jakarta is carried out collaboratively, involving teachers, management, and students. SMPN 129 utilizes Kombel forums and the Merdeka Mengajar Platform, while SMPN 95 adapts classes with the "Selasa Mager" program and MGMP discussions to enhance teaching effectiveness. 3) The implementation of PAI learning at SMPN 129 and SMPN 95 Jakarta emphasizes integrating moral values through religious activities like communal prayers and social activities, ensuring students internalize religious teachings in their daily lives. 4) The evaluation of PAI learning at SMPN 129 and SMPN 95 Jakarta includes observing religious activities, monitoring the application of religious values in daily life, and evaluating lesson plans (RPP), with additional focus on student behavior outside the classroom to ensure the improvement of noble character. 5) Obstacles to PAI learning at SMPN 129 and SMPN 95 Jakarta include limited teachers, time, and facilities, which affect personal guidance and teaching effectiveness, as well as diverse religious backgrounds and technological limitations. 6) Solutions to overcome PAI learning obstacles involve enhancing teacher collaboration, integrating PAI values, providing personal guidance, utilizing technology, and collaborating with parents to ensure moral development. 7) The results of PAI learning at SMPN 129 and SMPN 95 Jakarta show the formation of noble character through religious activities at SMPN 129 and social responsibility at SMPN 95, with each school focusing on spiritual discipline and social values. Overall, this research demonstrates that PAI learning management can improve students' noble character. Keywords:Management, Learning, PAI, Noble Character

Item Type: Thesis (S3)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Pascasarjana > Ilmu Pendidikan (S3)
Depositing User: Tubagus Aditia Albar
Date Deposited: 18 May 2026 14:13
Last Modified: 19 May 2026 01:25
URI: http://repository.uninus.ac.id/id/eprint/790

Actions (login required)

View Item View Item