Mulhima Prihatini, Ima, Ima Mulhima Prihatini (2026) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN MENDALAM BERBASIS MANAJEMEN MUTU (PDCA) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP (Studi Kasus di SMPN 1 Rancaekek dan SMPN 4 Rancaekek Kabupaten Bandung). S2 thesis, Universitas Islam Nusantara.
|
Text (COVER)
Cover, abstrak., s.d. Daftar Lampiran_41038103241036 (1).pdf - Published Version Download (422kB) |
|
|
Text (BAB I)
File 2 (BAB 1_41038103241039).pdf - Published Version Download (204kB) |
|
|
Text (BAB II)
File 3 (BAB 2_ 41038103241039).pdf - Updated Version Download (533kB) |
|
|
Text (BAB III)
File 4 (BAB 3__ 41038103241039).pdf - Published Version Download (388kB) |
|
|
Text (BAB IV)
File 5 (BAB 4_ 41038103241039).pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (650kB) |
|
|
Text (BAB V)
File 6 (BAB 5_ 41038103241039).pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (25kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
File 7 (Daftar Pustaka_ 41038103241039).pdf - Published Version Download (166kB) |
Abstract
Perkembangan teknologi dan tuntutan globalisasi mendorong transformasi pendidikan, tidak hanya pada aspek kurikulum, tetapi juga pendekatan pembelajaran. Pemerintah Indonesia mengarahkan implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai bagian dari reformasi sistem pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pembelajaran mendalam berbasis manajemen mutu melalui siklus PDCA (Plan– Do–Check–Act) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Sekolah SMP. Fokus penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, tindak lanjut, serta kendala dan solusi yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada dua sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam berbasis PDCA telah berjalan secara sistematis meskipun masih terdapat ketidakseimbangan antar tahap. Pada tahap perencanaan (Plan), sekolah merumuskan tujuan pembelajaran yang bermakna dan integrasi prinsip pembelajaran mendalam ke dalam kurikulum. Tahap pelaksanaan (Do) menunjukkan penerapan pembelajaran berpusat pada siswa yang variatif. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong kolaborasi dan refleksi siswa. Pada tahap evaluasi (Check), evaluasi dilakukan melalui penilaian autentik dan observasi proses keaktifan siswa. Pada tahap tindak lanjut (Act), menunjukkan komitmen perbaikan berkelanjutan melalui pelatihan, workshop, MGMP, dan inovasi pembelajaran. Kendala utama meliputi ketiadaan indikator motivasi afektif, keterbatasan sarana dan prasarana, pemahaman guru yang belum merata tentang konsep pembelajaran mendalam, serta fluktuasi motivasi siswa. Adapun solusi yang dilakukan meliputi penyusunan indikator yang terukur, pelatihan berkelanjutan, pengembangan asesmen autentik, penyediaan sarana secara bertahap, serta penguatan kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua. Kata kunci: Pembelajaran Mendalam, Manajemen Mutu, PDCA, Motivasi Belajar
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Administrasi Pendidikan (S2) |
| Depositing User: | Muhammad Mirwan M |
| Date Deposited: | 01 Aug 2026 02:20 |
| Last Modified: | 01 Aug 2026 02:20 |
| URI: | http://repository.uninus.ac.id/id/eprint/1091 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
