SAHRIBANON, EMAS SAHRIBANON (2025) KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Deskriptif Analisis Kualitatif pada SMP Negeri 1 Darmaraja dan SMPN 2 Jatinunggal Kabupaten Sumedang). S3 thesis, Universitas Islam Nusantara.
|
Text
Abstrak_Disertasi_Emas Sahribanon_4103810417077.pdf Download (246kB) |
|
|
Text
BAB 1_Disertasi_Emas Sahribanon_4103810417077.pdf Download (180kB) |
|
|
Text
BAB 2_Disertasi_Emas Sahribanon_4103810417077.pdf Download (607kB) |
|
|
Text
BAB 3_Disertasi_Emas Sahribanon_4103810417077.pdf Restricted to Repository staff only Download (378kB) |
|
|
Text
BAB 4_Disertasi_Emas Sahribanon_4103810417077.pdf Restricted to Repository staff only Download (684kB) |
|
|
Text
BAB 5_Disertasi_Emas Sahribanon_4103810417077.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian memiliki peran penting dalam membentuk karakter pemuda Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan yang cepat, sembari tetap berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Berikut adalah beberapa alasan yang menyoroti pentingnya penelitian. Alat vital untuk meningkatkan profil siswa dalam hal wawasan mental, penilaian, etika, dan moral yang tinggi adalah persiapan pertahanan nasional. Poin-poin pertimbangan untuk mengeksplorasi persiapan penyelenggaraan pertahanan negara dalam mendukung profil Pancasila mahasiswa. Ini berpusat pada pengakuan komponen kunci dalam mengatur, mengatur, mengaktualisasikan, dan menilai persiapan, serta menemukan pengaturan untuk mengatasi berbagai masalah potensial. Teknik investigasi menggunakan pendekatan grafis subjektif dengan rencana berpikir kasus. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam, mengoordinasikan persepsi, dan pemeriksaan laporan termasuk mahasiswa, instruktur, dan direktur program persiapan pertahanan nasional di kedua sekolah. Temuan investigasi menunjukkan bahwa (1) Perencanaan pelatihan telah memenuhi kebutuhan siswa, meskipun ada kekurangan dalam koordinasi antara sekolah dan otoritas terkait. (2) Organisasi pelatihan sudah mapan, tetapi alokasi tugas dan tanggung jawab perlu klarifikasi lebih lanjut. (3) Pelaksanaan pelatihan menggunakan metode yang bervariasi tetapi dibatasi oleh fasilitas yang terbatas dan dukungan anggaran. (4) Evaluasi pelatihan, meskipun dilakukan secara berkala, tidak sepenuhnya terintegrasi dengan sistem evaluasi sekolah dan terutama berfokus pada aspek kognitif. (5) Tantangan meliputi keterbatasan anggaran dan fasilitas, koordinasi yang tidak memadai antara sekolah dan otoritas terkait, alokasi tugas yang tidak jelas, dan evaluasi yang tidak lengkap. (6) Upaya perbaikan di masa depan meliputi peningkatan koordinasi dengan otoritas terkait, alokasi anggaran yang memadai, memperbaiki struktur organisasi dan alokasi tugas, dan mengembangkan sistem evaluasi yang komprehensif. Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan, pengelolaan pelatihan bela diri di SMA Kartika X-1 dan SMA Hang Tuah 1 di Jakarta telah menunjukkan hasil yang positif. Dengan adanya perbaikan yang dilaksanakan, pelatihan ini diharapkan dapat secara efektif membentuk mahasiswa yang memiliki nilai-nilai Pancasila, mempersiapkan mereka untuk masa depan dengan integritas dan moral yang tinggi. Kata kunci: Pelatihan bela negara, Profil karakter Pancasila, Manajemen evaluasi pelatihan, Koordinasi sekolah, Integritas siswa. This study's establishment is the squeezing need, within the confront of globalization and quick alter, to form Indonesia's youth's character in line with Pancasila values. A vital apparatus for improving students' profiles in terms of tall mental insights, judgment, ethics, and morals is national defense preparing. The consider points to explore the administration of national defense preparing in supporting students' Pancasila profiles. It centers on recognizing key components in arranging, organizing, actualizing, and assessing preparing, as well as finding arrangements to address different potential issues. The investigate technique utilizes a subjective graphic approach with a case think about plan. Information were collected through in- profundity interviews, coordinate perceptions, and report examinations including understudies, instructors, and directors of the national defense preparing programs at both schools. The investigate discoveries show that (1) Training planning has addressed student needs, though there are shortcomings in coordination between schools and relevant authorities. (2) Training organization is well-established, but task allocation and responsibilities need further clarification. (3) Training implementation employs varied methods but is constrained by limited facilities and budgetary support. (4) Training evaluation, though conducted periodically, is not fully integrated with the school evaluation system and primarily focuses on cognitive aspects. (5) Challenges include budgetary and facility limitations, inadequate coordination between schools and relevant authorities, unclear task allocation, and incomplete evaluation. (6) Future improvement efforts include enhancing coordination with relevant authorities, adequate budget allocation, improving organizational structure and task allocation, and developing a comprehensive evaluation system. Overall, despite challenges, the management of national defense training at SMA Kartika X-1 and SMA Hang Tuah 1 in Jakarta has shown positive outcomes. With implemented improvements, this training is expected to effectively shape students with Pancasila values, preparing them for the future with high integrity and morals. Words key: National defense training, Pancasila character profile, training evaluation management, school coordination, student integrity.
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Ilmu Pendidikan (S3) |
| Depositing User: | Tubagus Aditia Albar |
| Date Deposited: | 22 May 2026 05:24 |
| Last Modified: | 22 May 2026 05:24 |
| URI: | http://repository.uninus.ac.id/id/eprint/786 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
