ROSYID, ROSYID (2025) MANAJEMEN LITERASI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) BAHASA INDONESIA (Studi Kasus SMP Negeri 34 dan SMP Negeri 95 Jakarta Utara). S3 thesis, UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA.
|
Text
Cover_Abstrak_Daftar Isi_ROSYID_41038104221089.pdf Download (286kB) |
|
|
Text
BAB I_ROSYID_41038104221089.pdf Download (330kB) |
|
|
Text
BAB II_ROSYID_41038104221089.pdf Download (379kB) |
|
|
Text
BAB III_ROSYID_41038104221089.pdf Download (395kB) |
|
|
Text
BAB IV_ROSYID_41038104221089.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V_ROSYID_41038104221089.pdf Restricted to Registered users only Download (353kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_ROSYID_41038104221089.pdf Download (213kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena rendahnya tingkat literasi sehingga berdampak negatif terhadap prestasi belajar siswa. Salah satu upaya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa adalah menerapkan manajemen literasi melalui wadah MGMP Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan grand theory, middle range theory untuk kajian Literasi, sedangkan operasional theory menggunakan teori tentang prestasi belajar. Tujuan penelitian ini merumuskan dan mendeskripsikan manajemen literasi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa melalui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Negeri 34 dan SMP Negeri 95 Jakarta. Deskripsi dan analisisnya: 1) perencanaan, 2) pengorganisasian, 3) pelaksanaan, 4) evaluasi, 5) hambatan, 6) solusi, dan 7) tindak lanjut manajemen literasi. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Perencanaan literasi dijalankan MGMP kedua sekolah menekankan kolaborasi yang produktif dalam perencanaan mencapai tujuan bersama, 2) Pengorganisasian literasi SMP Negeri kedua sekolah menekankan pembagian peran yang jelas dan koordinasi antar-guru. 3) Pelaksanaan literasi pada kedua sekolah, MGMP Bahasa Indonesia berperan penting dalam melaksanakan berbagai kegiatan literasi, seperti pembacaan puisi, diskusi buku, dan presentasi cerita, untuk meningkatkan minat dan keterampilan literasi siswa. 4) Evaluasi literasi dilakukan secara sistematis oleh MGMP Bahasa Indonesia melalui tes pemahaman, observasi langsung, dan diskusi rutin. 5) Kendala literasi di kedua sekolah tampak jelas, dimana keterbatasan waktu dan sumber daya menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program literasi. 6) Solusi yang diusulkan oleh MGMP di kedua sekolah diarahkan untuk mengatasi hambatan spesifik yang dihadapi organisasi melalui pendekatan inovatif dan penyesuaian terhadap sumber daya yang tersedia. 7) Tindak Lanjut yang diusulkan oleh MGMP di kedua sekolah sejalan dengan teori tindak lanjut menurut Terry, yang menekankan bahwa tindak lanjut adalah proses penting dalam manajemen yang memastikan kelanjutan efektivitas program melalui pemantauan, evaluasi, dan penyesuaian yang diperlukan. Dalam konteks program literasi di SMP Negeri 34 dan SMP Negeri 95 Jakarta, tindak lanjut yang dilakukan oleh MGMP mencakup evaluasi berkala, pelatihan guru, serta pembaruan materi literasi. Kata Kunci: Manajemen, Literasi, Prestasi Belajar, Bahasa Indonesia
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Ilmu Pendidikan (S3) |
| Depositing User: | Riki Ramdan S3 |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 04:53 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 04:53 |
| URI: | http://repository.uninus.ac.id/id/eprint/1152 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
