Sidik, Rohman, Rohman Sidik (2026) MANAJEMEN MUTU PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR (Studi Kasus di SDN Wargaluyu 01 dan SDN Cikancung 01 Kabupaten Bandung). S2 thesis, Universitas Islam Nusantara.
|
Text (COVER)
FILE 1 (COVER, ABSTRAK, s.d. DAFTAR LAMPIRAN_41038103241272.docx - Published Version Download (303kB) |
|
|
Text (BAB I)
FILE 2 (BAB 2_41038103241272).docx - Published Version Download (83kB) |
|
|
Text (BAB II)
FILE 3 (BAB 2_41038103241272).docx - Published Version Download (105kB) |
|
|
Text (BNAB III)
FILE 4 (BAB 3_41038103241272).docx - Updated Version Download (83kB) |
|
|
Text (BAB IV)
FILE 5 (BAB 4_41038103241272).docx - Published Version Restricted to Registered users only Download (64kB) |
|
|
Text (BAB V)
FILE 6 (BAB 5_41038103241272).docx - Published Version Restricted to Registered users only Download (54kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
FILE 7 (DAFTAR PUSTAKA_41038103241272).docx - Published Version Download (48kB) |
Abstract
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan penting untuk menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan, kesiapan, dan minat peserta didik. Namun, terdapat kesenjangan (fenomenal gap) antara harapan peningkatan hasil belajar dengan praktiknya di lapangan akibat belum optimalnya manajemen mutu. Selain itu, terdapat research gap karena kajian yang mengaitkan diferensiasi dengan manajemen mutu pembelajaran masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ini bertujuan mengkaji implementasi manajemen mutu pembelajaran berdiferensiasi di SDN Wargaluyu 01 dan SDN Cikancung 01. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses manajemen mutu diimplementasikan secara sistematis melalui siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA). Perencanaan (Plan) mencakup analisis kebutuhan siswa dan penyusunan perangkat ajar; pelaksanaan (Do) meliputi diferensiasi konten, proses, dan produk; evaluasi (Check) dilakukan melalui supervisi dan analisis pencapaian belajar; sedangkan tindak lanjut (Act) berfokus pada intervensi perbaikan berkelanjutan. Meskipun masih terdapat kendala operasional akibat keterbatasan pemahaman guru, upaya perbaikan berkelanjutan dengan dukungan kepala sekolah dan komitmen guru terbukti memberikan dampak positif terhadap hasil belajar. Temuan ini menegaskan perlunya pelatihan guru yang berkelanjutan terkait manajemen mutu dan pembelajaran berdiferensiasi. Kata kunci: Manajemen mutu, PDCA, Pembelajaran Berdiferensiasi, Hasil Belajar.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Administrasi Pendidikan (S2) |
| Depositing User: | Muhammad Mirwan M |
| Date Deposited: | 01 Aug 2026 01:41 |
| Last Modified: | 01 Aug 2026 01:41 |
| URI: | http://repository.uninus.ac.id/id/eprint/1104 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
