Alhan, Khusni, Khusni Alhan (2025) MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN LIFE SKILLS KEWIRAUSAHAAN LULUSAN PADA PONDOK PESANTREN (Studi Kasus di Pontren As-Shiddiqiyah Jakarta dan Pontren Modern An-Najah Bogor). S3 thesis, UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA.
|
Text (COVER)
COVER, ABSTRAK _ DISERTASI AHLAN.pdf - Published Version Download (366kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I_DISERTASIDisertasi_Khusni_Sidang_Terbuka.revisi - Khusni Alhan.pdf - Published Version Download (144kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II_DISERTASIDisertasi_Khusni_Sidang_Terbuka.revisi - Khusni Alhan.pdf - Published Version Download (695kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III _DISERTASIDisertasi_Khusni_Sidang_Terbuka.revisi - Khusni Alhan (2).pdf - Published Version Download (698kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV_DISERTASIDisertasi_Khusni_Sidang_Terbuka.revisi - Khusni Alhan (2).pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (241kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V _DISERTASIDisertasi_Khusni_Sidang_Terbuka.revisi - Khusni Alhan (1).pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (248kB) |
Abstract
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang tumbuh secara mandiri serta memiliki hubungan sosial yang sangat erat dengan masyarakat di sekitarnya. Dalam perkembangannya, pesantren telah menjadi bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Karakter pengelolaannya bersifat elaboratif dengan pola komunikasi kultural yang timbal balik, menjadikannya ruang strategis untuk menumbuhkan solidaritas sosial sekaligus membangun moralitas publik. Pengakuan negara terhadap pesantren saat ini semakin komprehensif. Penghargaan tersebut mencakup aspek hukum, akademik, kelembagaan, hingga peran sosialnya dalam pembangunan. Pemerintah tidak hanya mengakui eksistensi pesantren, tetapi juga menempatkannya sebagai fondasi penting dalam pembentukan sumber daya manusia Indonesia, tanpa menanggalkan otonomi serta tradisi keilmuan yang telah lama hidup di lingkungan pesantren. Penguatan posisi ini merupakan hasil perjalanan historis yang panjang, dipengaruhi dinamika politik, ideologi, dan kebijakan pendidikan. Dengan demikian, pesantren kini tidak lagi berada di pinggiran, melainkan tampil sebagai elemen strategis dalam pembangunan pendidikan dan peradaban bangsa. Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi. Salah satunya adalah kemungkinan adanya jarak antara sistem pendidikan tradisional pesantren dengan standar pendidikan formal, sehingga diperlukan integrasi antara kurikulum umum dan keagamaan. Selain itu, pesantren juga mendapat perhatian dalam konteks penguatan Islam moderat sebagai benteng terhadap radikalisme dan ekstremisme, termasuk dalam pembentukan sikap toleran para santri. Di sisi lain, fenomena perundungan yang dipengaruhi faktor individu, keluarga, stratifikasi sosial, maupun paparan media massa, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara serius. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan pendidikan berbasis masyarakat dalam upaya meningkatkan keterampilan hidup, khususnya kewirausahaan lulusan pesantren. Kerangka konseptual yang digunakan merujuk pada teori manajemen dari George R. Terry yang menitikberatkan pada empat fungsi utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Studi difokuskan pada praktik pengelolaan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dua pesantren dipilih sebagai lokasi kajian, yakni Pesantren As-Shiddiqiyah di Jakarta dengan karakter tradisional, serta Pesantren Modern An-Najah di Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui desain studi kasus. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis masyarakat memiliki sejumlah karakteristik utama: adanya otonomi yang berpusat pada kyai, kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan lokal, upaya peningkatan kesejahteraan melalui program pemberdayaan, serta pola partisipasi yang membangun hubungan saling menguntungkan antara pesantren dan masyarakat. Dari sisi manajerial, ditemukan beberapa pola penting. Pertama, pengasuh pesantren memegang otoritas dominan dalam penetapan visi, misi, tujuan, dan kebijakan lembaga. Kedua, organisasi dikembangkan secara profesional namun tetap berlandaskan nilai kekeluargaan melalui kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, serta komunitas sekitar. Ketiga, kepemimpinan memadukan kharisma dengan profesionalitas. Keempat, sistem pengendalian internal dilaksanakan berdasarkan prinsip amanah dan orientasi spiritual. Model pendidikan berbasis masyarakat yang diterapkan pesantren menunjukkan potensi besar untuk direplikasi dan diperluas, terutama dalam kerangka otonomi daerah, karena mampu menjawab kebutuhan lokal sekaligus memperkuat kemandirian lembaga. Kata Kunci: Pendidikan berbasis masyarakat, pesantren, life skills, dan kewirausahaan
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Ilmu Pendidikan (S3) |
| Depositing User: | Riki Ramdan S3 |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 04:24 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 04:24 |
| URI: | http://repository.uninus.ac.id/id/eprint/1362 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
