Wahib. MH, M. Wahib. MH (2025) RANCANGAN PANDUAN KURIKULUM MITIGASI BENCANA DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN SISWA MENGHADAPI BENCANA BANJIR (Studi Kasus SDN Kampung Melayu 01 Pagi Jakarta Timur dan SDN Kembangan Selatan 01 Jakarta Barat). S3 thesis, UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA.
Full text not available from this repository.Abstract
Implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di berbagai sekolah masih menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait keberlanjutan program tanpa adanya pendampingan eksternal. Observasi menunjukkan bahwa sekolah cenderung aktif melaksanakan SPAB ketika ada dukungan atau pendampingan, namun inisiatif tersebut menurun drastis saat dukungan tersebut dihentikan. Fenomena ini mengindikasikan adanya permasalahan mendasar dalam internalisasi dan pelembagaan SPAB di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap permasalahan dan merumuskan solusi terhadap kendala yang dihadapi sekolah dalam mengimplementasikan SPAB. Kerangka analisis yang digunakan adalah teori fungsi manajemen GR. Terry, meliputi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Melalui pendekatan studi kasus yang dianalisis secara tersegmentasi berdasarkan POAC, penelitian ini mengidentifikasi beberapa isu. Pada aspek Planning, ditemukan kendala berupa kehilangan atau ketidaklengkapan dokumen-dokumen terkait SPAB. Kondisi ini menghambat perencanaan yang sistematis dan berkelanjutan. Selanjutnya, dalam tahapan Organizing, teridentifikasi bahwa sumber daya yang tersedia belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung inisiatif sekolah aman. Hal ini mencakup baik sumber daya manusia maupun infrastruktur. Aspek Actuating menunjukkan perlunya konsistensi dalam pelaksanaan program, ketersediaan instrumen pendukung yang memadai, serta peningkatan kesadaran seluruh warga sekolah terhadap pentingnya mitigasi bencana. Tanpa elemen-elemen ini, upaya pelaksanaan menjadi sporadis dan kurang efektif. Terakhir, pada dimensi Controlling, penelitian ini menyoroti peran penting pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru. Namun, di sisi lain, perlu adanya evaluasi yang sistematis dan berkelanjutan yang dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk perbaikan di masa mendatang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan implementasi SPAB, diperlukan perantara yang berfungsi sebagai penghubung dan pelengkap kurikulum mitigasi bencana di sekolah. Perantara ini dapat berperan dalam menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan praktik, memastikan ketersediaan sumber daya, mendorong konsistensi, serta memfasilitasi evaluasi yang konstruktif untuk perbaikan berkelanjutan. Kata Kunci: Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Implementasi, Manajemen, GR. Terry, POAC.
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Ilmu Pendidikan (S3) |
| Depositing User: | Riki Ramdan S3 |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 04:55 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 04:32 |
| URI: | http://repository.uninus.ac.id/id/eprint/1171 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
