MANAJEMEN KEPRIBADIAN MANUSIA MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
Abstract

Manajemen kepribadian dalam pendidikan, merupakan proses yang memberikan kebutuhan bagi pertumbuhan dan integritas pribadi seseorang secara bebas dan bertanggung jawab, maka kualitas kepribadian manusia merupakan prioritas sebagai syarat awal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan.Matthews, Deary, dan Whiteman (2003) menegaskan bahwa ciri‐ciri kepribadian yang penting karena mereka membuat perbedaan bagi kehidupan orang‐orang, yang menyatakan sifat‐sifat tersebut berkorelasi dengan kemampuan dalam berbagai keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan nyata yang berkontribusi terhadap keberhasilan kerja dan social. Hal tersebut dapat dilihat dari salah satu usaha mengembangkan kepribadian manusia dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Artinya Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, scrta lebih bertanggung jawab terhadap pengelolaan masalah-masalah pribadinya tersebut.“ Secara sosial dan kultural, perkembangan kehidupan manusia yang saat ini berada pada fase peradaban global, sudah tentu tidak bisa terhindar dari unsur perbedaan atau keragaman (diversitas).Pengembangan pribadi tersebut upaya untuk berkembang, mengasah dan menguasai keterampilan yang membantu individu menjadi yang terbaik yang dia bisa dengan semua apa yang dimilikinya, meraih dan merealisasikan, potensi sebagai manusia. Kompleksnya keragaman atau perbedaan yang muncul dalam kehidupan manusia tersebut , baik secara sosial maupun kultural merupakan hal yang wajar (alamiah). Manusia sebagai makhluk sosial, tidak akan pernah lepas dari proses interaksi dengan segala komponen yang ada disekitarnya, termasuk dengan sesamanya. Begitupun manusia sebagai makhluk yang berbudaya, maka budaya-budaya yang lahir dari setiap individu maupun komunitas yang ada, selalu akan muncul dengan berbagai bentuknya. Dengan kematangan kepribadian yang tercermin dalam penggunaan strategi pengatasan masalah yang efektif dan tingginya harga diri. Individu yang dapat bertahan dari tekanan tersebut adalah individu yang telah mengoptimalkan potensi psychological life skills yang dimilikinya. Untuk itu, berbagai konflik atau benturan terhadap fakta keragaman dan perbedaan yang ada perlu dikelola dan diarahkan berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, sebagaimana yang terangkum dalam gerakan pendidikan multikulturalisme.

Ata Kunci : Manajemen Kepribadian, , pendidikan, multicultural, nilai budaya

Dibuat oleh : Ade Tutty
Kode Buku :
Tempat Terbit :
Tahun Terbit :
Type :
Halaman :
Kategori Buku :
Devision :

File Terbaru